Rindu

Saat tak lagi menemukan hangatnya cinta

Sejenak aku terdiam tak bergeming

Tatap mata nanar seolah kehilangan separuh jiwa

Aku merasa diriku jauh, kini semakin jauh

Betapa kotornya diri ini, penuh dengan lumpur dosa

Jika saja Engkau buka aibku, mungkin akan berbau seperti penghuni comberan

Aku malu untuk menengadahkan kepalaku

Bahkan, hanya untuk mengangkat kedua tanganku

Saat menyadari betapa meruginya diri, atas maksiat dan lalai yang kulakukan

Aku seperti merasakan sengatan kalajengking

Panas yang membakar jiwa, mengalahkan segala rasa

Tubuhku lunglai meratapi diri yang hina, terkulai seperti daun tak terkena sinar matahari

Andai saja, galau ini bisa membawaku kembali ke pangkuan-Mu

Menikmati teduhnya hati, damainya jiwa, dan lapangnya dada

Aku rindu aku ingin kembali memohon ampunan-Mu

Rabbi, maafkanlah segala kesalahanku, segala dosaku

Aku kembali bersujud di ujung sajadahku dengan tetesan airmataku

Hanya mengharap Engkau ridho padaku

Continue Reading

Semangat Menuntut Ilmu

Di atas langit masih ada langit.

Seuntai kalimat sederhana tapi bijaksana, memiliki makna luarbiasa yang mengartikan bahwa di dunia ini tak ada satupun yang sempurna. Setiap yang terbaik, akan ada yang lebih baik lagi.

Untuk itulah, perlunya sikap menerima kelebihan orang lain sebagai bentuk penyucian jiwa. Belajar membersihkan diri dari hasad, yang hanya akan membuat penyakit hati karena tidak senang melihat oranglain memiliki kelebihan.

Bagaimana caranya agar kita bisa menerima kelebihan yang dimiliki oranglain? 

Continue Reading

Doa Bisa Mengubah Segalanya

“Ya mas, aku bersedia menerima pinanganmu.” Kalimat itu mengalir deras dari bibir Nana, beriringan dengan suara detak jantung yang berdebar kencang, nyaris tak terkendalikan iramanya.

“Alhamdulillah” ucap Bagas dengan suara pelan, kebahagiaan telah diwakili oleh senyum dan pancaran mata hitamnya yang teduh. “Insya Allah, Aku akan datang lagi bersama Ibu dan Bapak untuk memintamu menjadi pendamping dan penyempurna ibadahku. Aku ingin menggenapkan kewajibanku untuk menjadi imam bagimu.” Tambahnya lagi diikuti dengan anggukan mantap.

************

Ucapan Bagas beberapa waktu lalu masih terngiangng ditelinga Nana, meski sempat membuatnya terperanjat tak percaya. Tentang sebuah pernyataan yang mengharuskannya belajar bermuhasabah, dan semakin yakin dengan ketetapan yang bernama Takdir.

Continue Reading

Takdirmu Bahagiamu!

Wahai diri,

Masihkah mau menyalahkan? Saat hatimu terluka,kecewa, dan marah karena tidak bisa menerima apa yang telah Allah takdirkan.

Sesungguhnya, tidak ada yang kebetulan atas apapun yang terjadi, susah senang semuanya hadir silih berganti, dihiasi dengan senyuman dan airmata yang menyertainya.
Bahkan, daun yang gugur pun karena seizin-Nya.

Sama halnya, dengan takdir yang telah tertulis puluhan ribu tahun sebelum kita dilahirkan ke bumi ini. Telah tersimpan di Lauhul Mahfuz, untuk kemudian diwajibkan mengimaninya.

Continue Reading

[Reportase] Siaran Bedah Ebook “Gampang Bikin Artikel”

 

picsart_10-15-10-53-36

Memasuki ruang siaran untuk kedua kalinya, tetap saja membuatku deg-degan. Ditambah suhu ruang yang dingin semakin menambah gemeteran, haha. Beruntung, mba Anna Dhee, penyiar ngehits dari radio Sonora 93,3 FM bisa mencairkan suasana.

Kali ini, aku didaulat untuk menggantikan mentor menulis artikelku, Ummi Aleeya memandu bedah ebook “Gampang Bikin Artikel” karya teh Indari Mastuti, CEO Indscript Creative. Menemani dua orang nara sumber, yaitu teh Larasati dan Teh Laela yang keduanya berprofesi sebagai guru yang rajin menulis artikel.

Awal on air dibuka dengan suara emasnya mba Anna yang memperkenalkan kami, lalu dibuka dengan bedah ebook yang aku bacakan sesuai panduan ebooknya. Rasanya grogi dong, karena baca ebooknya dari hp dan berasa kecil banget itu tulisannya, haha. Sampai aku sempet kehilangan kata-kata alias speechless.

Oke, inti dari ebook tersebut adalah bagaimana caranya berproses membuat suatu artikel. Untuk kamu yang mau belajar bikin artikel, silahkan pelajari tiga hal yang penting untuk gampang bikin artikel.

Continue Reading

Aku Bukan Bidadari

Aku bukan bidadari.

Bukan, bukan seperti yang kamu harapkan. Bukan seseorang yang bisa selalu mengikuti apa yang kamu inginkan.

Aku adalah lemah, aku tiada berdaya, aku tidak sempurna, dan aku bukanlah bidadari.

Kumohon, jangan berekspektasi terlalu tinggi padaku. Tak perlu juga menilaiku mahluk yang hebat dan kuat. Karena, aku bukan bidadari.

aku-bukan-bidadari 

Continue Reading

Apa yang Harus Aku Risaukan?

12237623_239823133035867_1262613443_n

Setiap kali ada teman atau sahabat yang curhat, aku selalu berusaha untuk menangkap hikmah dari kisah perjalanan hidup mereka. Meski ceritanya berbeda, tapi aku tau, ada sesuatu yang dapat kuambil untuk dijadikan bahan pelajaran.

Siapa sih yang enggak pernah bertemu dengan yang namanya masalah? Jawabannya tidak pernah ada. Karena manusia diciptakan untuk diberikan ujian, selama napas masih terus berhembus, selama itu pula ujian akan menyertainya.

Sama seperti halnya aku, aku yang tak pernah lepas dari ujian kehidupan.

Ujian menyenangkan berupa harta yang berlimpah, tahta atau jabatan yang menyilaukan, serta hal duniawi lainnya yang membuat lupa. Padahal semua adalah amanah dan titipan, yang suatu saat bisa diambil lagi.

Lalu, bagaimana dengan ujian yang tidak menyenangkan? Apa  aku bisa bersabar di awal?

Atau mau lari dari masalah? lari, lari kemanaa? 

Continue Reading

Bagaimana Bisa, Aku Tidak Jatuh Cinta PadaMu Yaa Allah.

Bagaimana bisa, aku tidak jatuh cinta padaMu Yaa Allah.

NikmatMu yang telah begitu banyak kudapatkan, meski kadang aku
tak mampu mensyukurinya.

Curahan RahmatMu yang terus mengalir membasahi relung hatiku, sehingga membuatnya tenang, tentram dan damai meski hantaman badai kehidupan menerpaku.

Uluran tanganMu yang selalu menyambutku, disaat aku membutuhkan pertolonganMu. Sampai akhirnya aku tenang dan yakin, bahwa Engkau begitu dekat denganku.

Puluhan tahun hidup tak terarah, tidak mengerti mau dibawa kemana diri ini. Tersesat dalam keindahan duniawi, tapi perlahan-lahan Engkau menarik ku untuk kembali menuju jalanMu.

12724901_896019083844327_946167285_n

Bagai busur anak panah yang ditarik kebelakang, untuk kemudian melesat kearah yang tepat. Saat ujian demi ujian tidak menyenangkan yang membuatku menangis dan terluka, tapi dari situlah aku terus mencariMu.

Hingga akhirnya, aku mengerti bahwa inilah caraMu menarik diriku. Mengikuti lagi jalan yang telah terbentang lurus, diperuntukan bagi siapapun yang bertaqwa kepadaMu.

Lalu apa yang aku dapatkah sekarang?

 

Tidak mampu aku menyebutkannya satu per satu, takkan mampu aku menjabarkannya hanya dengan kata-kata yang tertulis dan lisan yang terucap.
Karena sungguh, Nikmat dan KaruniaMu sangatlah luas seolah menyelimuti hatiku yang hanya ingin berharap kepada-Mu.

Dan aku hanya ingin tersenyum bahagia menjalani kehidupan selanjutnya, dengan manisnya iman dan cinta yang terus membara kepadaMu.
In syaa Allah.

Sesungguhnya ujian demi ujian, baik yg menyenangkan atau tidak menyenangkan akan terus menghampiri hingga ruh terlepas dari raga. Tapi, aku Yakin dengan-Mu Yaa Allah.
Aku yakin, Engkau akan membersamaiku dengan kesabaran yang harus terus ku upgrade. Hingga aku pahami, bahwa kesabaran itu tiada pernah berbatas.

Jadi,
Bagaimana bisa, aku tidak jatuh cinta padaMu Yaa Allah.

Sementara, banyak dosa yang telah kulakukan tapi Engkau maafkan. Seringkali aku melupakanMu, tapi Engkau selalu mengingatkanku. Wahai diri yang lalai, sungguh aku malu padaMu Ya Allah.

Sejauh mana langkah kaki ini menyusuri jalanan penuh liku, aku takkan mampu meneruskannya tanpa-Mu. Begitu banyak anak tangga yang telah kulalui, mungkin aku takkan sanggup melihatnya lagi, anadai bukan karena kasih sayangMu.

Duhai Rabb, ampuni aku yang kadang menduakanMu dengan dunia yang kukejar. Maafkanlah aku atas segala kesalahanku. Ganggamlah erat tangaku ya Rabbku, jangan pernah tinggalkan aku meski sekejap mata sekalipun. Tanpa mendapatkan pertolongan dariMu.

Jadikan aku hambaMu yang selalu bersyukur padaMu, bagaimanapun keadaanku.

Jadi,

Bagaimana bisa, aku tidak jatuh cinta kepadaMu?

Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi ala diniik.

Continue Reading

Dosakah Aku?

Meooow meoooww… suara teriakan induk kucing itu begitu membuatku iba, suara yang menyayat hati bersahutan dengan kucing satunya. Dua ekor kucing saling berhadapan, dan sepertinya keduanya sedang bertengkar atau entahlah, aku tidak mampu mengartikan bahasanya.

“Bu, tadi mobil Ibu ngelindes anak kucing, itu si induknya kayak lagi nyariin” Kata bibi yang menyambut kedatangan kami dari masjid.

“Anak kucing? di mana?” Jawabku, dengan ekspresi muka datar dan sedikit enggak ngerti maksud pembicaraan si bibi.

“Tadi, waktu Ibu buru-buru pergi ke masjid bawa snack, ada anak kucing di kolong mobil trus kelindes” si bibi coba menjelaskan.

Continue Reading

Suatu Tempat yang Indah

Disini, yaa inilah tempat yang menjadi favoritku selama empat tahun belakangan. Sebuah mesjid besar dengan suasananya yang tidak sepi, karena menyatu dengan sekolah islam. Tapi, bagiku di tempat ini bisa memberikan kedamaian untukku, hanya sekedar merenung dan bermuhasabah.

Saat hati bergejolak menahan semua rasa. Saat dada bergemuruh ingin mengungkapkan semua beban. Saat airmata tak lagi mampu terbendung. Disinilah tujuanku berlabuh, memandang setiap sudut mesjid yang tampak luas.

Dan berakhir dengan memandangi namaMu yang terlukis indah diatas mimbar, tak hentinya aku berdzikir menyebut asmaMu ya Allah.Aku takut Engkau marah padaku, karena dosaku tak dapat lagi terhitung. Aku takut Engkau murka padaku, akibat lalai dan bermaksiat yang tanpa sadar kulakukan. Aahh aku takut ya Allah…

Continue Reading