Delete Kata-kata Negatif! Mulailah Berkata dan Berpikir Positif

Berawal dari obrolan ringan via chat Whatsapp sama seorang Coach malam itu.  Dan tanpa disengaja, terlontarlah kalimat merendah yang sebenarnya berkonotasi negatif.

Ini nih kebiasaan aku banget, sering merendahkan diri sendiri “Aku mah bukan apa-apa, bukan siapa-siapa.”

Hiks,

Coach aku langsung bilang, “Delete kata-kata negatif itu, karena sama dengan mengutuk masa depanmu. Berikan penghargaan kepada diri sendiri. Karena kalau bukan kita, siapa lagi?”

Jleb bangeeet..

Dan ternyata aku baru nyadar soal itu.

 

Terus dikirimin video  tentang sebuah kekuatan kata-kata yang dapat dianalogikan seperti bibit.

Ketika kamu mengucapkan sesuatu, kamu memberikan kehidupan kepada kata-kata tersebut.

Semakin sering diucapkan, maka kemungkinan besarnya akan menjadi kenyataan.

Disadari atau tidak, kamu sedang meramalkan masa depanmu.

Seharusnya,

Ucapakan kata-kata positif yang di mana nantinya akan berdampak positif juga terhadap peningkatan kehidupanmu.

Bukankah yang kita inginkan adalah kemenangan?

Bukankah yang kita harapkan adalah sebuah kebaikan?

Tapi, kenapa harus selalu membiasakan diri dengan mengucapkan kata-kata dan bahkan menyimpan emosi negatif?

Padahal kita tahu, kalau sampah negatif itu terus ditumpuk akan menjadikannya penyakit fisik juga psikis.

Dududu,

Yuk, ah mulai sekarang kita upayakan berucap yang baik. Berpikiran yang positif dan juga belajar menerima semua hal yang memang harus terjadi dengan ridha.

Sebab kata-kata, pikiran dan juga tubuh perlu diarahkan kepada hal yang positif agar hasil yang didapat juga sesuai harapan.

Untuk memanen hasil yang baik, pastikan kita menanam yang baik pula. Begitupun sebaliknya. Sebagaimana teori Law of Projection, apa yang kita pikirkan adalah apa yang akan menjadi kenyataan.

Gitu lah ya kira-kiranya.

Jadi, mulai tanamkan prasangka baik kepada Allah yang maha Kaya dan mengayakan.

Perbaiki diri dulu, cek apakah yakin kita sudah percaya akan jaminan-Nya?

In syaa Allah, apa yang kau minta akan Allah kabulkan. Pastinya dengan adab yang baik pula kita memintanya.

Semoga aku, kamu dan kita semua bisa menjadikan tulisan ini sebagai pembelajaran.

Bersyukur dulu baru minta.

Menjaga kata dan pikiran positif adalah cara kita mensyukuri nikmat Allah Ta’ala, bukan?

 

Salam pembelajar,

Santi Rosmala ^^

 

 

 

You may also like

Leave a Reply