Bandung Sebagai Ikon Modest Fashion Vision 2018

 

Bandung yang dikenal sebagai kota kreatif di berbagai bidang industri, seperti film, food, fesyen dan musik . Melihat hal ini, dinas kebudayaan dan pariwisata kota Bandung bersama Indonesia Fashion Chamber (IFC) menggelar event akhir tahun yang bertujuan untuk menjadikan kota Bandung sebagai ikon modest 2018.

Khusus fesyen, dinas kebudayaan dan pariwisata akan mendukung penuh visi ikon modest. Sebagaimana pada peresmian Bandung Modest Fashion Vision Selasa (19/12/2017) bertempat di Click Square, jalan Naripan No. 38 Bandung. “Hijab yang luarbiasa perkembangannya, dan Bandung sebagai ekosistem yang harus bekerjasama antar dinas terkait, seperti Disperindag, Kadin, dan Pemerintah Provinsi,” tutur Ibu Kenny Dewi Kaniasari, S.Sos, MA, kadis Budpar kota Bandung.

“Ibu-ibu muda adalah target market yang menjadi kekuatan untuk pertumbuhan industri fesyen di kota Bandung. Target tahun depan, dipbud kota Bandung akan memfasilitasi pembinaan, pelestraian, dan pemenfaatan potensi modest fashion yang semakin marak.” Demikian disampaikannya, dalam pengukuhan acara tersebut.

Acara yang didukung penuh oleh Indonesia Fashion Institut (IFI) dengan diwakili oleh Irna Mutiara, sebagai salah satu foundernya IFI sekaligus seorang desainer dan praktisi fesyen menyatakan Bandung akan menjadi ikon yang memenuhi kebutuhan industri fesyen yang berkesinambungan dan sebagai kiblat busana muslim.

Fesyen memiliki banyak genre dan style berbeda dari pelaku usahanya. Dengan demikian, Bandung akan menjadi generator kepariwisataan untuk menarik wisatawan dengan produk e-craft.

Talkshow oleh Ghaida Tsurayya yang merupakan influencer kota Bandung, “Bandung itu cocoknya menjadi kota produsen saking kreatifnya, di mana sangat mudah didapatkan bahan baku untuk fesyen dan juga tempat produksinya.” imbuhnya, yang merasakan bahwa industri fesyen semakin melesat ditambah keleluasaan pemasarannya melalui online.

Bandung Modest Fashion Vision 2018 diikuti oleh delapan desainer kebanggaan kota Bandung, yang merupakan siswi dan pendiri dari IFI. Di antaranya, Aninda Nazmi, Astri Lestari, Runny Soema Dipraja, Anggia Handmade, Deden Siswanto, Rosie Rahmadi, Nuniek Mawardi, dan Irna Mutiara.

Kedelapan desainer menampilkan fashion show yang memikat dengan tema berbeda. Acara yang dihadiri oleh berbagai komunitas, praktisi dan juga pengusaha fesyen. Dengan adanya acara seperti ini telah memberikan inspirasi kepada para pelaku usaha fesyen untuk bisa menampilkan koleksi terbaiknya dengan konsep trend forecasting 2018.

 

 

 

You may also like

2 Comments

    1. Iya mba, targetnya ke depan akan jadi pusat mode muslim duni. Semogaaa…
      Makasih udah mampir, ya mba Feli 😚

Leave a Reply