Jejak

 

Langkahku terhenti, saat melihat keindahan yang tampak di kejauhan.
Ingin aku menghampiri dan menatapanya lebih dekat.
Berpikir agar bisa mendapatkannya.
Ternyata hanya fatamorgana.

Lalu, langkahku terus bergerak.
Mengikuti jejak yang kian jauh kutelusuri.
Entah, akan berujung di muara seperti apa.
Karena yang kuinginkan hanya hal menyenangkan.

Ternyata, jejak langkahku tak selalu berakhir indah.
Ada riak yang harus aku lalui, ada duri yang bisa saja terinjak, ada aral melintang yang menghalangi jalannya, nyaris membuatku tersungkur.

Perlahan aku bangkit, melangkah dengan jejak keyakinan.
Satu persatu jejak semakin jelas kutinggalkan.
Membentuk sebuah dimensi keindahan.
Ingin kuwujudkan dengan cinta yang bertaburan di setiap jejak kehidupan.

Dan, aku putuskan. Takkan pernah kuhentikan langkah. Seberapapun beratnya beban, terjalnya perjalanan.

Takkan kubiarkan jejak ini terhenti, hanya meninggalkan bekas tak berarti.

Teruslah berjalan. Karena hidup sejatinya adalah perpindahan dari satu takdir ke takdir lainnya.

Hanya soal bagaimana aku bisa mengimaninya, ridho dengan segala jejak yang telah ditetapkan-Nya. Dan berbahagia dengan semua hal yang telah menjadi rencana-Nya.

Jejak ini sungguh berarti …

Terukir indah dalam rangkaian kisah yang selalu kusyukuri.

 

~ Sanros. Bandung, 170917

You may also like

2 Comments

Leave a Reply