Semarang Menjadi Pembuka Kuliner Mudik Lebaran

 

 

 

 

 

 

 

Lebaran H+5 menjadi perjalanan mudik ke Jogja yang tak biasa. Tahun ini dipuaskan dengan berlibur menelusuri pesona mal-mal Jakarta dan Bekasi, yang menyuguhkan tawaran diskon menggoda.

Beruntunglah sebelum lebaran nggak disibukkan dengan agenda belanja, karena berfokus menyelesaikan produksi yang beberapa masih tertunda. Tak apalah, semuanya dinikmati saja. Toh, sekarang saatnya menghabiskan waktu buat santai dan memanjakan diri untuk sekedar cuci mata dan membeli  barang-barang branded dengan harga pantas.

Ritual mudik ke Jogja tetap harus dieksekusi setiap tahunnya, kecuali memang ada hal yang tidak memungkinkan dan itupun sangat jarang terjadi.

Perjalanan kali ini dimulai dari Bintara, tempatnya adik ipar. Jam 2.30 dini hari jalan setelah sempat beristirahat. Alhamdulillah, jalanan lancar melewati tol Cipali. Bebas macet karena melawan arus balik yang sudah mulai memadati jalananan di garda sebelah kanan.

Hanya 6 jam waktu perjalanan yang dibutuhkan sampai kota Semarang. Karena masih terlalu pagi, di mana toko oleh-oleh khas Semarang juga masih pada tutup. Kami memutuskan untuk mencari kuliner khas buat sarapan. Berbekal review yang dilihat dari mbah Google. Akhirnya ketemu soto kudus Angkring yang menyatu dengan lokasi Jessy Cake n Bakery, berada di jalan Majapahit.

Rasa soto sedikit manis, dengan kuah lebih pekat, lumayan menggugah selera makan pagi yang sudah membuat perut bernyanyi riang.

 

 

 

 

 

 

 

 

Sama halnya dengan warung soto pada umumnya, selalu ada tambahan gorengan dan tusukan sate, seperti ayam atau telor puyuh sebagai makanan pelengkap. Nah, di sini ada yang khas dari sate ayam yang berkuah bumbu semur. Ayam yang digunakan adalah ayam petelur bertekstur padat dan sedikit menantang saat dikunyah, tapi tetap enak, sih.

Perjalanan pun dilanjutkan menuju Klaten. Menikmati kemacetan di beberapa titik yang dilewati menambah keseruan suasana mudik lebaran, yang tak didapatkan selama perjalanan sepanjang Bekasi – Semarang.

Boyolali adalah target kuliner berikutnya. Ya, baso Alex yang juara rasanya. Tapi, sayangnya pas lewat belum buka karena mungkin bertepatan dengan waktu sholat Jum’at.

Tak ada baso Alex, baso lain pun jadi. Bukan Boyolali, tapi di Klaten dapetnya, melewati rumah yang dituju, hihi. Alhamdulillah, basonya enak. Dan kuliner pembuka sebagai program penggemukan badan pun berakhir untuk siang ini. Kita lanjutkan kuliner malam dan selanjutnya di Klaten dan Jogjya, ya!

Dan ketika para Emak masih mikirin berat badan yang ikut lebaran. Aku malah sedang berbahagia ingin nambah berat badan, haha. Maafkan ya, Mak. Jadi, mari kita tetap bersyukur dan berbahagia dengan apapun keadaan yang kita miliki saat ini. Karena bagaimanapun bentuk kita, akan selalu indah jika dilihat dari sudut pandang positif.

 

Salam Lebaran, Maafkan lahir batin 😍

Si emak happy,

Santi Rosmala

 

You may also like

Leave a Reply