Keripik Jamur Bouna Hasil Budidaya

 

Halo!

Ada kabar gembira bagi penikmat jejamuran, nih!
Saya mau review keripik jamur Bouna dari Semarang yang rasanya gurih dan krenyes banget.

Sebagai penggemar aneka jenis jamur. Tentunya bahagia banget dong, dapet kiriman paket yang berisi keripik jamur dalam bentuk packaging yang menarik. Ada 4 bungkus yang saya terima, dengan varian jamur tiram dan jarum kuping rasa original dan pedas. Mata langsung berbinar melihat rasa pedas yang selalu jadi kegemaran.

Saat terima paketnya saya masih puasa, duuh pingin buru-buru nyicip, deh hehe..
Yasudah, daripada makin ngiler bayanginnya. Mending langsung buka aja dan siapin buat foto produk.

Dan setelah adzan tiba, minum air putih lanjut makan korma tiga butir dan langsung hajar deh icip-icip keripik jamur yang  tiram rasa pedas. Kriuk kriuk renyahnya keripik jamur ini juara, dengan rasa bawang putihnya yang menambah citarasa pastinya.

Nggak kerasa keripik jamur ini jadi teman ngerjain tulisan selama beberapa hari. Eh, malahan sempet dipake lauk buat buka puasa juga, sih.
Wah, sepertinya bakalan ketagihan nih, hihi.

Menurut owner dari keripik jamur Bouna. Di daerah tempat tinggalnya memang penghasil jejamuran, berbagai jenis jamur melimpah ruah. Irena Frieda, sang pemilik juga sekaligus sebagai petani jamur.
Berawal dari budidaya jamur, membuat Irena memutar otak untuk menjadikan jamur ini sebagai lahan bisnisnya. Sejak dua tahun lalu, awalanya hanya melayani pesanan teman-teman saja.

Melihat peluang yang bagus, dia pun mulai serius mengembangkan usahanya yang baru genap tiga bulan berjalan.
Proses pembuatan keripik jamur ini sangat mudah. Tidak terlalu membutuhkan waktu yang lama, untuk menghasilkan keripik jamur yang siap dikemas dan dipasarkan melalui online ke beberapa resellernya hingga ke Manado.

Pertama, jamur dicuci sampai bersih.
Rebus sebentar lalu campur bumbu, baluri tepung dan goreng. Nah, praktis bukan? hehe.
Sementara ini hanya menyediakan dua rasa saja, yaitu original dan pedas. Kemungkinan akan membuat rasa lainnya yang masih terus dieksplor untuk memberikan pilihan terbaik bagi pelanggannya.

Harganya sangat terjangkau untuk sebungkus keripik dengan berat bersih 100 gram, dibandrol antara 14 rb sampai 25 rb. Resellernya tidak dipatok harga yang mutlak, jadi mereka diberikan kebebasan untuk menentukan harga jualnya msing-masing. Kemasan yang dipilihnya standing pouch berwarna silver dengan merek Bouna.

Kelebihan produk ini menurut saya, rasanya enak dengan tingkat kerenyahan yang bikin nggak bisa berhenti untuk terus makan, hehe.  Selain itu, jamur yang unik memiliki penyedap alami yang ekstra lezaat.
Bukan hanya soal cita rasa, tapi juga kandungan gizi dan kaya manfaatnya yang sudah terbukti dapat membantu mencegah penyakit dan tergolong makanan rendah kalori. Baca artikel mengenai manfaatnya di sini.

Kekurangannya adalah dari varian rasa yang masih terbatas. Mungkin, kalau ada keripik jamur rasa lada hitam atau keju. Bisa juga membuat inovasi dengan keripik jamur rasa cokelat, jadi rasanya gurih manis gitu kali, ya hehe.

Gimana nih, udah mulai penasaran sama rasa garing gurih renyahnya?
Cobain deh, tapi hati-hati ya bisa bikin ketagihan!

Yuk, langsung aja cuss ke IG nya @irena_frieda atau akun FB Irena Frieda, kontak Wa 081219193033, ya!

You may also like

Leave a Reply