Dari Obrolan Menjadi Ide Brilian

Menembus jalanan Pluto Raya, meninggalkan ketiga sahabat yang masih dalam acara kumpul kangen sambil makan siang bersama.

Ada rasa yang tak nyaman, karena sudah lama berencana tapi baru kemarin semua bisa kompak untuk bertemu. Bahasan di sela makan siang itu, meninggalkan kesan atas ide-ide brilian yang ingin kami jalankan berbarengan. Tapi, aku harus tetap pamit duluan, demi menunaikan kewajiban atas amanah yang telah diemban.

Keluar komplek Margahayu Raya, tampak kepadatan kendaraan di depan.
Hmm, sementara waktu menunjukan pukul 12.30, siang itu.
Jarak Ciwatra menuju radio Sonora di jalan Riau sepertinya tak kan memungkinkan.
Setelah masuk di antara kemacetan jalan itu, aku harus segera memutuskan untuk memilih jalan yang harus kulalui.
Antara jalan terus dengan resiko macet yang panjang, atau muter balik dan masuk lagi ke arah Margahayu lewat bypass.
Akhirnya, tanpa berpikir panjang aku putar haluan dan segera tancap gas demi mengejar waktu yang banyak ketinggalan.

Alhamdulillah, Bypass ternyata lancar dan terus berpacu dengan waktu agar tidak terlalu lama terlambat datang.

Perjalanan siang itu diselingi rasa deg-degan karena takut nggak bisa ngejar waktunya. Akhirnya, sampai di Gedung Kompas hampir setengah dua. Setelah parkir mobil, langsung kutitip kuncinya pada security.

Masuk ruang siaran disambut kehangatan kedua mentor kesayangan. Ada Ummi Aleeya, CEO Joeragan Artikel, dan juga Teteh Indari Mastuti, CEO Indscript Creative, tempatku belajar ilmu bisnis dan menulis artikel.
Ada satu lagi nara sumber dari 99 Emak Pebisnis yang belum kukenal, datang jauh dari Madiun. Ternyata, mbak Yhudia adalah salah satu peserta kelas Gampang Bikin Artikel yang sedang aku dampingi, hehe.
Setelah kenalan, kami larut dalam keseruan on air siang itu. Teteh live dari Facebook, dan banyak yang menonton kami. Termasuk teman-teman di BBR yang ikut nyimak obrolan santai kami.

Sharing pengalaman yang tertuang dalam buku 99 Emak Pebisnis dan berbagi semangat untuk Emak di seantero alam maya adalah tujuan kami. Membahas soal memulai usaha, bangkit dari keterpurukan, hingga meraih mimpi menjadi topik yang sangat menarik untuk diperbincangkan.

Tak terasa waktu terus bergulir, dan berakhir di jam 2 siang. Seperti biasa, ritual penting setelah siaran adalah foto narsis demi bisa eksis, hihi. Sebenernya sih, ada satu lagi ritual yang nggak kalah pentingnya, yaitu makan siang bareng atau sekedar makan baso, haha,

Tapi, karena Teteh akan kedatangan tamu ke kantor Indscript. Kami putuskan untuk barengan ikut juga ke kantor, sekalian bisa diskusi dan membahas rencana masa depan, aiih apalaah…

Seperti telah diatur, kedatangan kami tepat banget sama tamu yang baru juga datang dari Garut. Teh Dian, baru saja dinobatkan menjadi pemenang Danamon Socio Enterpreneur Award. Keseruan di ruang siran pun berpindah ke meja panjang tempat kami berdiskusi tentang banyak hal. Bukan hanya soal sistem bisnis yang masih menjadi bahasan, tapi juga masuk ke ranah rumah tangga dan segala problematikanya. Teteh yang super semangat, menceritakan tentang kodrat seorang Ibu rumahtangga yang sangat berperan dalam kehidupan berkeluarga. Sekeren-kerennya pebisnis, tetap saja harus menjalanakan kewajiban yang diamanahkan untuk menjadikan rumahtangga sebagai prioritas utama.

Obrolan pun kian menyenangkan, dengan bertambahnya ilmu dan juga suguhan baso babat langganan mereka. Tanpa sadar, hari beranjak gelap dan adzan magrib berkumandang. Setelah sholat, kami pun berpamitan. Aku dan Ummi Aleeya, pulang barengan sekalian nganter mbak Yudhia ke penginapan yang hanya berjarak sekitar 500 meteran darirumah Teteh. Sepanjang perjalanan pulang, aku lanjutkan diskusi sama Ummi. Banyak yang kami bicarakan tentang langkah ke depan, ah, semoga saja dimudahkan.

Persoalan yang menjadi bebanku selama beberapa hari ini juga aku sampaikan.  Alhamdulillah, benang kusut itu kian terurai setelah aku curhat, hihi. Ini tentang pekerjaan, dan aku bahagia karena telah mendapatkan solusi yang menambah semangat dan juga harapan, hingga menjadi ide brilian lainnya.

Ketika silaturahmi bisa memanjangkan rezeki, itu benar adanya. Dari pengalaman seharian kemarin saja, aku mendapatkan banyak rezeki. Bukan hanya soal materi, tapi lebih dari itu. Alhamdulillah, diberikan banyak teman dan sahabat, menjadikan banyak peluang untuk saling belajar dan mendukung. Apalah artinya sebuah perjalanan, jika hanya dilakukan sendirian. Dan sukses berbarengan akan lebih indah daripada hanya fokus demi kepentingan pribadi.

 

You may also like

4 Comments

Leave a Reply