Perjalanan Santi Rosmala Dalam Sharing 99 Emak Pebisnis

Masuk dalam buku 99 Emak Pebisnis merupakan suatu hal yang biasa saja awalnya. Tapi, kemudian pemikiran itu gugur setelah mengetahui siapa saja yang berada di dalamnya. Bersanding dengan para Emak hebat dalam satu buku, yang memiliki visi dan misi untuk berbagi manfaat dan menebarkan inspirasi untuk perempuan Indonesia yang tersebar di seluruh dunia.

Diberikan jadwal naik panggung untuk sharing kepada member Whatsapp, yang sengaja dibuatkan grupnya dengan menyebar link pendaftaran. Tiba giliranku pada tanggal 19 April kemarin bersama dua orang nara sumber lainnya.

Dan inilah isi sharing yang kubagikan.

Perkenalkan, nama saya Santi Rosmala dari Bandung. Kegiatan saat ini sedang menjalankan peran yang diamanahkan Allah, sebagai pebisnis fashion syarโ€™i dan juga penulis.

Saya ibu dari seorang anak gadis yang sedang belajar berhijrah, belajar menggali potensi diri dan juga belajar berbagi di grup WA Belajar Bareng Rosmala.

Kenapa saya menjalankan bisnis saat ini?
Semuanya berawal dari kasih sayang Allah yang telah memberikan teguran-Nya pada saya. Pernah menikmati berbagai kemudahan dalam usaha, yang membuat saya terlena dan sibuk menjadi pecinta dunia. Hingga, akhirnya Allah menyentil saya dengan kebangkrutan.

Perjalanan bisnis saya dimulai pada akhir tahun 2008. Saat itu, hanya iseng sering blogger walking di Multiply dan menemukan lapak sandal bali yang lucu-lucu koleksinya.

Saya melamar jadi reseller drophip untuk jualan dengan menggunakan media Multiply untuk menulis curhatan gak jelas, sekaligus jualan sandal, haha. Konsumen pertama saya memborong sandal bali barengan teman sekantornya. Bahagianya saat closing pertama dan langsung banyak. Sandal bali dan tas Bangkok adalah produk yang mengawali kiprah Gerai Rosmala, nama toko online saya dari awal jualan online hingga sekarang.

Setelah itu, palugada melekat dengan perjalananku selama 2 tahun lamanya. Tau kan apa palugada? Jualan mutli produk, seperti tas, kosmetik, suplemen yang lagi happening di masanya. Alhamdulillah olshop saya terus berkembang, dan takdir menemukan saya dengan supplier Thailand Maxi Dress di Jakarta. Beberapa bulan berjalan dan selalu full PO, dengan estimasi sampe Jakarta 2 minggu.

Karena banyak peminat dan selalu kebanjiran order, saya pun minta bantuan suami untuk mencarikan link supplier maxi dress. Akhirnya ketemu web supplier yang bertempat di Bangkok, tapi pengiriman langsung dari Hongkong. Lalu suami mencari supplier barang China murah dari Alibaba, dan impor lah dari Hongkog dan China berbarengan hingga 2 tahun.

Sistem birokrasi di Indonesia yang membuat para importir teri kayak saya mengharuskan memilih “jalan pintas”. Beberapa kali menggunakan expedisi seperti TnT atau Fedex, tapi ternyata pajak membengkak dan nyaris tidak bisa bersaing dengan kompetitor.

Merasa lelah dalam perjalanan selama 2 tahun bergumul di dalamnya, akhirnya saya pun menyerah dan memilih untuk melepaskan diri sebagai importir barang-barang yang sebenarnya masih memiliki pasar potensial tersebut.

Di online sendiri, yang berjualan Thai maxi dress saat itu hanya ada 3 orang. Panen reseller panen closing pernah akrab denganku dulu.
Impor seminggu sekali dari Hongkong dan sebulan sekali dari China, semuanya sistem PO.
Setelah memutuskan “resign” dari pekerjaan yang setiap minggu bolak balik ke kantor Custom di Bea Cukai, saya pun melihat peluang pasar hijab yang sedang rame.

2012 adalah perpindahan usaha saya dari importir tunggal kelas teri, dan beralih memproduksi fashion hijab dengan brand Rosmala yang memiliki tagline โ€œMakes You Comfortโ€. Produksi perdana menggunakan bahan rayon spandex potongan yang dibeli berkarung2 dari temen yang menjadi supervisor di sebuah garmen besar. Berbagai model fashion dibuat dengan gaya casual hijab yang bertahan hanya setahun, karena bahan dari garmen disabotase temen saya lainnya.

Rosmala pun beralih ke bahan katun ima dan lainnya yang lagi ngetrend saat itu. Pemasaran yang semakin meluas melalui pameran dalam kota, luar kota hingga luar pulau. Perjalanan ini pun berakhir di Desember 2014 dengan meninggalkan kesedihan. Hutang ke Cargo utk ongkos kirim dari Samarinda dan harus nombokin bayar stand di TSM karena gagal pameran.

Saat itu, perekonomian sedang menurun, pameran di mana2 jelek hasilnya. Ditambah kegagalan produksi karena tidak adanya kontrol dan SOP. Banyak kesalahan yang saya lakukan dulu, terlalu mempercayai orang dan tentu saja belum mengenal ilmu dalam berbisnis.

Akhirnya saya pun memutuskan untuk beristirahat.

Selama 6 bulan masa cooling down, sempet banting setir ke kuliner yang hanya bertahan 3 bulan.
Menjajaki usaha kuliner membuat saya cape dan tidak bisa menikmatinya, mungkin masak hanyalah sebuah hobi dan tidak untuk menjadikannya sebagai sumber penghasilan.

Ramadhan 2015, saya merasa passion saya itu ada di fashion. Dengan modal dari aset yang tersisa, barang-barang saya jual obral dan sebagianya di lelang 100% yang hasilnya untuk amal ke panti asuhan.

Seiring dengan pemahaman saya yang sedang berhijrah, bahwa bisnis itu harus barokah. Maka, saya memutuskan untuk memulai lagi bisnis dari nol dengan mengubah konsep bisnis yang sesuai syariah. Tidak hanya soal baju, tapi juga berlepas diri dari riba dan belajar hukum muamalah yang benar insyaa Allah.

Dengan bismillah saya mulai membuka PO baju syari, dan satu persatu teman order.
Hanya bermodal 1juta, saya yakin akan bangkit lagi. Dari teman2 dekat yang PO, sy bertekad mengumpulkan uang yang belakangan saya kenal dengan nama “Ternak Modal”, hehe

 

Bergabung dengan teman2 pameran yang mendirikan Koperasi Fashion Jabar, saya hanya bisa diam melihat mereka pameran kemana-mana gratis dari fasilitas pemerintah. Lalu ikut Bekel (Belajar Kelompk ttg bisnis online) saya mulai bergerak lagi. Ilmu yang diterima menjadi moodbooster bagi saya, dan bertemulah dengan Indscript yang memaksakan diri saya untuk bisa ikut Reparasi Bisnis. Dulu RB msih 600rb disk jadi 500rb, bisa buat beli bahan 20 meter lah ya, haha. Di tengah kondisi saya yang masih segala terbatas, dengan tanpa izin suami, saya ikut RB (jangan ditiru ya! karena saya yakin suami nggak mungkin mengizinkan).

Dari teh Iin lah saya belajar memperbaiki semuanya, belajar lagi belajar terus hingga saat ini saya menjadi penulis.
Dengan mengikuti Reparasi Bisnis, saya diarahkan untuk memulai langkah. Ah, banyak banget yang saya tau tentang ilmu bisnis dari sini. Dikasih PR membuat Dream Board yang menjadi panduan saya sampai sekarang. Diberi tugas yang segambreng dan ada juga yang gak saya kerjakan, hihiii jangan ditiru lagi ya…

Tapi semua materi saya catet dan sering dibuka2 untuk mengingatkan perjuangan saya bisa bangkit…
Saya hanyalah single fighter dari memulai usaha dulu sampai sekarang
Suami kerja dan percaya bahwa saya mampu, gitu katanya ๐Ÿ˜ฌ
Saya terus berproses dengan modal yang terbatas.
Saya juga terus belajar dari buku bisnis dan training2 bisnis lainnya di Indscript.

Alhamdulillah saya terdaftar sebagai UMKM dan sering mendapat fasilitas pelatihan dan juga bisa ikut mendisplay produk di Galeri KFJ Piset Square Bandung
Sepertinya Allah selalu memberikan jalan buat saya bertumbuh
Niat saya hanya ingin berbisnis sebagai bentuk ibadah, semoga dengannya saya bisa membahagiakan orang tua, keluarga dan juga bermanfaat bagi ummat.

Alhamdulillah lagi, ROSMALA saat ini sudah terdaftar hak patennya dengan fasilitas gratis dari Disperindag kota Bandung.
Jalan yang Allah bukakan buat saya semakin terbuka, pertemuan dengan Ummi Aleeya, PJ ebook Indscript, sekaligus owner Joeragan Artikel, mentor saya menulis artikel yang telah membukakan jalan bagi saya sebagai penulis.

Awalnya suami kurang mendukung juga, tapi sekarang setelah melihat hasilnya, saya didukung penuh Alhamdulillah. Saat ini sudah menjadi kontributor dalam 3 buku antologi dan narsum di buku 99 Emak Pebisnis. Diberikan amanah oleh beliau menjadi PJ kelas status cantik beriklan gak ngiklan dan Cara Gampang Bikin Artikel.

Dari Indscript, sy diberi kesempatan untuk membranding Gerai Rosmala siaran di radio Sonora dan juga sebagai nara sumber bedah ebook dan buku.

Dalam buku ini saya bercerita tentang kisah perjalanan Gerai Rosmala, dan juga ada 98 kisah Emak lainnya yang menginspirasi

Tips untuk yang baru memulai usaha :
1. Siapkan mental dan Yakin
2. Belajar dengan menambah ilmu dan pengembangan diri
3. Buat sistem bisnis yang jelas
4. Perkuat marketing langit
5. Berkumpul dengan komunitas yang positif dan mendukung
6. Semangat dan jangan pantang menyerah

Pesan saya, selalu berpikir positif dan yakin saja dengan ikhtiar yang dilakukan hanya karena ingin berharap ridho Allah Ta’ala.

Saya bisa dihubungi di no Wa 081320917677, line @sanrosmala
Akun Medsos :
FB : Santi Rosmala
IG : @sanrosmala / @gerairosmala
FP : Gerai Rosmala
Web : gerairosmala.com
Blog : santirosmala.com

Sharing pun dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari member yang Alhamdulillah sangat antusias mengikuti sharing ini. Semoga apa yang saya bagikan di sini bisa menjawab kegalauan bagi sebagian yang bertanya.
Tak ada yang ingin saya banggakan dalam cerita ini, selain hanya ingin berbagi manfaat dan semoga saja bisa menginspirasi.

Salam Pembelajar,

Santi Rosmala

You may also like

16 Comments

  1. Keren banget , Mak. Udah master dalam dunia marketing pastinta nih. Boleh sharing di ODOp dong, Mak….

  2. Mbak Santi … Subhanallah. Perjuanganmu sungguh hebat. Tekad kuat dan tidak mudah menyerah telah mengantar pada kesuksesan. So inspiring! ๐Ÿ˜Š

Leave a Reply